Prabowo Bertemu PM Singapura Bahas Upaya Memajukan Ekonomi Indonesia

PM Singapura menerima Prabowo Subianto pada Senin (26/11). Foto : Facebook.
Singapura - Calon Presiden 2019-2024 Prabowo Subianto, berada di Singapura dan bertemu dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, Senin (26/11). 

Prabowo menghadari Gala “The World in 2019” untuk berbicara tentang memajukan ekonomi Indonesia. 

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam sebuah unggahan Facebook mencatat bahwa Prabowo—pendiri dan ketua Partai Gerindra—sedang sibuk berkampanye di seluruh Indonesia.

“Kami mendiskusikan bagaimana Singapura dan Indonesia dapat memperkuat ikatan kuat kami dan membawa hubungan kami ke depan,” kata Lee.

Untuk Pemilihan Presiden pada April 2019 mendatang, Prabowo (67 tahun), akan berhadapan sekali lagi dengan lawannya dalam pemilu tahun 2014, Presiden Joko Widodo.

Dua calon presiden tersebut—bersama dengan wakil presiden mereka—telah berada di Singapura untuk berbagai acara selama sebulan terakhir.

Rekan setim Prabowo, Sandiaga Uno, pada bulan Oktober berbicara tentang masa depan ekonomi Indonesia pada acara ISEAS-Yusof Ishak Institute.

Jokowi baru saja beberapa minggu sebelumnya menghadiri KTT Asean dan pertemuan terkait, sementara pasangannya Ma’ruf Amin telah berada di kota tersebut pada bulan Oktober untuk berbicara di RSIS Distinguished Public Lecture.

Lee telah bertemu Ma’aruf—ketua Majelis Ulama Indonesia—sebelum pembicaraan tersebut, dan Lee mengunggah di Facebook: “Saya berharap acaranya besok sukses dan semua yang terbaik untuk persiapan kampanyenya.”Prabowo—seorang jenderal purnawirawan—akan berbicara pada makan malam hari Selasa (27/11). Makan malam itu juga akan menampilkan politisi Malaysia Nurul Izzah dan Anthony Tan, co-founder dari perusahaan Grab.

Direktur utama tim kampanye Prabowo, Irawan Ronodipuro, mengatakan bahwa Prabowo diundang untuk memberikan pandangannya tentang memajukan Indonesia dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

“Komunitas pengambil keputusan internasional ingin tahu lebih banyak tentang pandangan strategis Prabowo, tentang menjadikan Indonesia sebagai negara berdaulat yang dapat berkontribusi pada ekonomi global,” katanya.

Prabowo akan berbicara tentang kekayaan alam Indonesia pada jamuan makan malam tersebut, kata Irawan, dan menambahkan bahwa salah satu fokusnya adalah bagaimana Indonesia mampu menghasilkan bioenergi untuk memenuhi kebutuhan global dengan memproses kembali 10 juta hektar lahan terdegradasi.(The Straits Times)

Tidak ada komentar