Resmi Jabat Ketum PPP, Humphrey Prioritaskan Islah

Humphrey R. Djemat resmi jabat Ketum PPP Muktamar Jakarta. Foto : JPNN.
Jakarta - Humphrey Ritan Djemat akhirnya dikukuhkan menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta. Peserta Musyawarah Kerja Nasional III di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Jalan Talang Nomor 3 Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/11) memutuskan untuk mengukuhkan Humphrey yang sebelumnya ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum paska Djan Faridz mengundurkan diri.

Musyawarah Nasional yang dihadiri 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP itu memiliki tiga agenda utama, yakni mengukuhkan Humphrey Ritan Djemat sebagai Ketua Umum devinitif hingga Mukernas 2019, merevitalisasi struktur DPP PPP dan memutuskan sikap politik terkait pemilihan presiden 2019.

Humphrey Djemat merasa khawatir PPP pimpinannya tidak bisa memenuhi batas minimal parlemen (parliamentary threshold) empat persen. Oleh karena itu, pihaknya mendorong adanya islah dengan kubu Muktamar Surabaya yang dipimpin M. Romahurmuziy.

Ia pun menandaskan, agenda utama PPP pimpinannya saat ini adalah mengupayakan agar terjadi islah, agar pada pemilu 2019 bisa lebih kuat.

Mengenai dukungan untuk pemilihan presiden 2019, Humphrey mengungkapkan dirinya akan mendengarkan aspirasi 34 DPW PPP yang merepresentasikan masyarakat di daerah masing-masing.

"Kami akan melihat aspirasi DPW yang mewakili ummat di daerahnya itu seperti apa. Di situlah kami bisa melihat dan menilai sikap kami, kemana dukungan kami untuk Pilpres 2019," kata Humphrey kepada wartawan (15/11). 

Tidak ada komentar