TGB Berlabuh ke Golkar

TGB resmi masuk Partai Golkar. Foto: Ist
Jakarta - Teka-teki mengenai persinggahan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi terjawab sudah. Setelah sebelumnya mantan gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode itu disebut-sebut bakal gabung dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem), ternyata pada Pertemuan Silaturahmi Akhir Tahun 2018 Golkar di Ballroom Hotel Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selaran, Kamis (20/12/2018), TGB menyakinkan dirinya memilih Partai  Golkar.

"Jadi tentu komunikasi memang sudah cukup lama. Dan Partai Golkar, partai tengah yang kokoh padanya nilai meritokrasi. Kalau saya dicermati, yang saya sampaikan sebelumnya, sikap pertengahan itu penting betul," ujar TGB kepada wartawan.

Mengenai kepindahan TGB, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membenarkannya. Ia menambahkan, TGB merupakan politikus berpengalaman dan punya jam terbang. Di Golkar, lanjut Airlangga, TGB telah ditetapkan sebagai salah satu Dewan Pengurus Pusat (DPP) partai melalui rapat pleno.

"Kemarin dalam rapat pleno menyetujui Tuan Guru Bajang menjadi salah satu pengurus DPP (Dewan Pengurus Pusat). Kemarin TGB disepakati menjadi ketua Korbid (koordinator bidang) Keumatan sekaligus menjadi Wakil Ketua Pemenangan Pemilu dan Pilpres," kata Airlangga.

Bila melihat perjalanan politik TGB, Partai Golkar merupakan partai ketiga yang disinggahinya. Dia pernah menjadi anggota Partai Bulan Bintang (PBB). Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 1999, TGB terpilih sebagai anggota DPR mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 1 melalui PBB. Kemudian, PBB dan PKS mengusungnya sebagai gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2008. Alhasil, TGB menang.

Pada 2011, ia pindah ke Partai Demokrat. Musyawarah II DPD Demokrat NTB yang digelar pada April 2011 memilih TGB tersebut menjadi Ketua DPD Demokrat NTB Periode 2011-2016. 

Pada Pilgub NTB 2013, TGB maju lagi sebagai kandidat gubernur. Kali ini, ia didukung koalisi besar yang terdiri atas Demokrat, Golkar, PDIP, PPP, PAN, Gerindra, dan PKB. Hasilnya, ia menang.

TGB bertahan di Demokrat hingga tahun 2018. Pada 23 Juli 2018, dia menyatakan mengundurkan diri dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Hal itu disampaikan setelah menyatakan dukungannya kepada Jokowi yang maju sebagai calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Saat itu, Demokrat belum menyatakan arah dukungannya, sedangkan Zainul masuk radar kandidat calon wakil presiden pendamping Jokowi.

Perbedaan sikap Zainul dan Demokrat juga terlihat pada Pemilu 2014. Pada Mei tahun itu, Zainul menyampaikan dukungannya kepada pasangan calon (paslon) Prabowo-Hatta, padahal pimpinan pusat Partai Demokrat belum menentukan. (NL)

Tidak ada komentar