Paripurna DPR Sepi, Kemana Para Wakil Rakyat?

Suasana sidang paripurna DPR RI pada Selasa (19/3) yang sepi. Foto: detik.
Jakarta - Ada pemandangan menyedihkan pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa (19/3). Kursi-kursi anggota dewan yang terhormat terlihat banyak yang kosong, sementara sidang tersebut merupakan salah satu amanah undang-undang yang diberikan kepada mereka.

Dari pantauan di ruang paripurna gedung DPR, hanya sekitar 24 orang saja yang berada di ruangan itu dan duduk mengikuti jalannya sidang. Padahal, jumlah anggota DPR itu sejumlah 560 orang. 

Rapat mulai digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2019), sekitar pukul 11.00 WIB. Meski rapat sudah dimulai, tampak kursi-kursi di ruang rapat masih sepi.

Pimpinan yang hadir dalam rapat paripurna adalah Ketua DPR Bambang Soesatyo serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Agus Hermanto, Utut Adianto. Utut Adianto didapuk untuk memimpin rapat. 

Padahal, agenda rapat paripurna salah satunya akan mengesahkan calon hakim konstitusi yang sebelumnya ditetapkan Komisi III DPR. 

Selain pengambilan keputusan calon hakim konstitusi, DPR juga mengagendakan perpanjangan sejumlah RUU. Ada 4 RUU dan Non-RUU yang akan disahkan perpanjangan pembahasannya, yaitu Pansus Angket DPR tentang Pelindo II, RUU tentang Pertembakauan, RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol, dan RUU tentang Daerah Kepulauan.

Menanggapi kondisinya seperti itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, para anggota  bukan malas datang rapat paripurna melainkan mereka rajin bekerja di daerah pemilihan masing - masing.

Bambang Soesatyo juga mengungkapkan, rapat paripurna pada 19 Maret 2019 ini memang diadalan di luar jadwal. Sehingga, banyak anggota yang masih berada di daerah.

"Tidak malas, mereka rajin mereka bekerja di daerah yang rapat tetap berjalan, kemarin memang pengambilan keputusan diluar schedule kita paripurna, karena kita baru menyadari tanggal 31 itu kan batas akhir jabatan hakim MA, sehingga kita Langsung mengadakan Paripurna harusnya jadwalnya tanggal 28 Maret 2019," ujar Bambang Soesatyo. 

Lebih lanjut Bamsoet, begitu Ketua DPR ini akrab disapa,  para anggota sedang berada di daerah untuk melaksanakan tugas negara. Para anggota yang berada di daerah menyosialisasikan pemilu yang meliputi pilpres dan pileg.

Bamsoet juga mengatakan, apa yang dilakukan para anggota DPR di daerah adalah kerja Politik. Sehingga, menurut dia, jika ada anggota DPR RI yang malas berangkat ke daerah, justru mereka yang harus dikritik. Karena, kata Bamsoet, anggota DPR diperlukan untuk menyerap aspirasi warga sesuai daerah pemilihan mereka.
"Saya izinkan, jadi kalau ada yang ingin dipersalahkan, saya yang salah,"tegas Bamsoet. (AN/RO)

Tidak ada komentar