http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Soal TKA di Banten, Pihak Imigrasi Angkat Bicara

Screen shoot video yang menggambarkan banyaknya TKA di komplek perumahan di wilayah Serang, Banten. Foto: Akal Sehat.
Banten - Beberapa hari ini di media sosial lagi viral sebuah foto screen shoot video "akal sehat" tenaga kerja asing (TKA) yang berada di sebuah lingkungan perumahan Citra Garden BMW, Toyomerto, Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.

Menyikapi peredaran informasi tersebut, Kantor Imigrasi Serang dan PT Krakatau Steel Engineering mengadakan jumpa pers pada Jum'at (8/3).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Imigrasi Serang Samsul menjelaskan bahwa keberadaan TKA yang bekerja di PT Krakatau Steel Engineering tersebut sudah tercatat dan memiliki dokumen resmi.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Krakatau Steel Engineering Utomo Nugroho di tempat yang sama mengungkapkan, semua pegawai asing itu merupakan tenaga terlatih dan profesional yang dipekerjakan untuk proyek blast furnace complex. Proyek ini merupakan upaya PT Krakatau Steel Engineering untuk meningkatkan efisiensi produksi bajanya. Selain itu, proyek ini ditujukan untuk menyeimbangkan proses produksi kebutuhan baja di hulu yang menghasilkan molten iron dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun.

Lebih lanjut diungkapkan Utomo, jumlah TKA yang bekerja di proyek itu antara 80 sampai 100 orang. Mereka terlibat dalam proyek yang dibangun oleh konsorsium MMC CERI dari Tiongkok dan PT Krakatau Steel Engineering dengan desain dari Tiongkok.

“Proyek tersebut saat ini sudah tahap akhir dan hampir selesai. Proyek ini menyelesaikan fase konstruksi, dan memasuki fase persiapan operasi. Pada saat awal operasi blast furnance dibutuhkan transfer knowladge (transfer pengetahuan,-red) dari tenaga kerja skill dari China untuk memberikan asistensi operasi terhadap tenaga kerja lokal yang belum berpengalaman dalam mengoperasikan blast furnance,” papar Utomo Nugroho kepada wartawan.

Utomo juga mengungkapkan, keberadaan TKA tersebut bisa mencapai enam bulan dalam proses pembangunan dan pelatihan tenaga kerja lokal.

“Para tenaga kerja skill ini akan bekerja di area blast furnance complex meliputi area raw material handling, pabrik sinter, pabrik coker oven, BFC, hot stove dan HMTP dalam jangka waktu 3 sampai 6 bulan,” tukas Utomo.

Tidak ada komentar