Buka Peluang Tambah Wamen, Efektifkah?

Fadjroel Rahman, juru bicara Presiden Joko Widodo. Foto : Ist
Jakarta - Bagi-bagi kekuasaan, itu mungkin yang menjadi persepsi publik melihat fenomena dewasa ini. Setelah Kabinet Indonesia Maju terbentuk dan konstelasi politik berubah dengan masuknya Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo ke jajaran kabinet, partai-partai koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun seolah ditinggalkan. 

Setelah itu, diangkatkan Wakil Menteri. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, 12 orang. Jumlah yang tidak sedikit ditengah rencana Presiden Joko Widodo yang akan merampingkan Eselon III. 

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko pun ungkap rencana soal masih terbukanya peluang menambahkan jumlah wakil menteri. Tak tanggung-tanggung, ia menyebut ada 6 orang rencananya.

Juru bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman pun membenarkan. Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menambah jabatan dalam kabinet Indonesia Maju. Sejauh ini, kata Fadjroel, jabatan yang tengah diproses yakni wakil menteri pendidikan dan kebudayaan (wamendikbud) dan wakil panglima TNI. 

Ia mengatakan, wamendikbud akan diangkat sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan pengangkatan wakil Panglima TNI sesuai Perpres Nomor 66 tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.

Lebih lanjut Fadjroel Rahman mengungkapkan, belum ada pembahasan tentang penambahan jabatan di luar dua jabatan tersebut. Meskipun, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sempat menyebut bahwa ada rencana penambahan enam wakil menteri. 

"Jadi (Perpres) yang sudah terbit kami akan proses secepatnya (pemilihan wamen), ini masih dalam proses," ujar Fadjroel usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11).

Namun, ia tidak bisa memastikan kapan pemilihan dan pengangkatan pejabat yang dimaksud. "Itu semua Pak Presiden yang menentukan. Tetapi dari Mensesneg yang bakal memprosesnya," ujarnya.

Fadjroel belum bersedia mengungkapkan mengenai latar belakang Wamendikbud yang bakal dipilih Presiden Joko Widodo nantinya. Selama ini menteri pendidikan berasal dari organisasi masyarakat Muhammadiyah. 

Fadjroel juga menampik tudingan bahwa posisi wamendikbud itu untuk bagi-bagi jabatan kepada pendukung pemerintah. "Jadi nanti tidak dilihat pada siapa, berasal dari mana. Mudah-mudahan yang dipilih adalah yang terbaik, percayalah," tandas Fadjroel.

Ia memastikan, pertimbangan presiden untuk menambah wakil menteri tersebut karena kebutuhan masing-masing kementerian. "Semuanya pasti menunjuk pada tugas khusus atau prioritas," katanya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Surakarta Dr. Muhammad bin Taher berpandangan rencana penambahan menteri tersebut seharusnya tidak dilakukan. Pasalnya, kebutuhan mendesak untuk itu belum dijelaskan ke publik. 

Ia juga menilai, kebutuhan untuk menambah wakil menteri apalagi jumlahnya hingga enam orang lagi tidak sesuai dengan rencana awal untuk mengenfisienkan pemerintahan. Malahan, birokrasi terkesan lebih gemuk dan terkesan hanya berbagi jatah kekuasaan semata. (Rep9)

Tidak ada komentar