Banser dan PKB Nyatakan Yang Dilakukan Abu Janda Rugikan NU

Jazilul Fawaid, Wakil Ketua MPR RI dan Wakil Ketua PKB. Foto : Ist.

Jakarta -
Gendang yang ditabuh Permadi Arya alias Abu Janda disambut hampir seluruh lapisan masyarakat. Abu Janda yang selama ini dikaitkan dengan Banser, ungkapannya acap kali melukai umat Islam. 

Banser pun menanggapi dengan menandaskan ucapan Permadi Arya alias Abu Janda itu merupakan ungkapan pribadi. Wakil Kepala Satkornas Banser Hasan Basri Sagala mengatakan hal itu. Ia menambahkan, Permadi Arya tercatat pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser sebagaimana yang ditetapkan oleh peraturan organisasi. 

"Saudara Permadi Arya tercatat pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser sebagaimana yang ditetapkan oleh peraturan organisasi. Diantara komitmen Banser adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan di Tanah Air yang hakikatnya menjadi modal besar bagi pemersatu bangsa. Sebab itu, Banser terus berusaha menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama-sama dengan TNI, Polri, aparatur negara dan berbagai pihak lainnya," kata Wakil Kepala Satkornas Banser, Hasan Basri Sagala dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/1/2021).

Hasan menyebut anggota Banser memiliki karakter dan pedoman dalam beroganisasi. Jika ada pihak yang mengklaim dirinya Banser namun tak memiliki prinsip Banser, maka pihak tersebut bukanlah anggota Banser. 

Ungkapan Abu Janda di media sosialnya yakni "Islam sebagai agama arogan" dan ujaran bernada rasisme kepada Natalius Pigai, ditanggapi serius juga oleh Wakil Ketua Umum PKB.
 

Waketum PKB yang juga Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai apa yang sudah dilakukan Abu  Janda tentu merugikan NU.

"Kalau mengatasnamakan NU dan tidak sesuai visi Nahdliyin ya pasti rugi dong. Apalagi mengatakan Islam arogan, itu merusak citra NU," tutur pria yang akrab disapa Gus Jazil dalam diskusi Trijaya, Sabtu (30/1).

Ia kemudian menegaskan bahwa meskipun Abu Janda pernah mengaku bagian dari NU, apa yang dilakukannya tidak mencerminkan nilai NU.  

Sebagai aktivis NU sejak kecil, Gus Jazil mengaku tidak pernah melihat Abu Janda. Artinya, bisa saja dia hanya mengaku namun tidak bisa disebut merepresentasikan NU.

"Dia ikut kader atau tidak. Ada anggota biasa, saya yakin dia enggak ikut pengaderan," imbuhnya.  

Gus Jazil juga mengatakan biarkan tindakan Abu Janda diproses oleh hukum dengan semestinya. NU juga tidak akan melindungi orang yang terbukti bersalah.

"Saya tidak bersuudzon terhadap Abu Janda. Kalau dia NU ya tunjukkan ke-NU-annya, keanggotannya, kalau bersalah ya NU tidak akan melindungi org yang salah," pungkasnya.(GR/FH)

Tidak ada komentar