http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Khofifah Bantah "Nyanyian" Rommy dan Siap Dipanggil KPK

Khofifah Indar Parawansa membantah pernyataan Rommy soal rekomendasi untuk Haris. Foto:Ist.
Surabaya - Nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disebut-sebut oleh Romahurmuziy saat menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jum'at (22/3).

Khofifah disebutkan memberikan rekomendasi terhadap Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Timur Haris Hasanuddin kepada Romahurmuziy.  Bukan hanya itu,  Rommy juga menyebut salah satu pengasuh pondok pesantren yakni Kiai Asep Saifudin Halim sebagai pihak yang ikut merekomendasikan Haris.

Kiai Asep pun langsung membantahnya. Haris hanyalah salah satu santrinya. Dan dirinya tidak pernah merekomendasikan Haris untuk menduduki jabatan tertentu kepada Romahurmuziy.

Saat ditemui wartawan di Gedung Grahadi Surabaya Sabtu (23/3) Khofifah mengklarifikasi apa yang diungkapkan Romahurmuziy itu. Ia mengungkapkan, sama sekali tidak benar apa yang diutarakan Rommy (Romahurmuziy) itu. Malahan ia meminta agar mengklarifikasi ke Rommy rekomendasi seperti apa yang dimaksudkan.

Dengan bahasa logat Surabaya, Khofifah menandaskan bahwa wajah dirinya bukanlah memperlihatkan wajah penerima suap.   "Rek wajahku iki lo rek, mosok ono wajah suap,  wajah disuap, ya nggak? " tanya Khofifah saat menjawab wartawan.

Kemudian Khofifah mengaku bertemu terakhir kali dengan Rommy saat dilaktik sebagai Gubernur Jawa Timur pada 13 Februari 2019 lalu. Kala itu,  Rommy hanya mengucapkan selamat kepada dirinya.

Lalu,  Khofifah mengaku tidak mengenal secara pribadi dengannya. Haris merupakan menantu ketua tim pemenangannya, M. Roziqi,  saat mencalonkan sebagai Gubernur Jawa Timur.

Selain itu Khofifah juga mengaku mengetahui Haris saat menjadi Plt. Kepala Kantor Agama Kota Surabaya. Saat itu dirinya pernah ketemu di suatu kegiatan pengajian.

Ketika menjadi Gubernur Khofifah juga pernah bertemu dengan Haris sewaktu Rakerpim (Rapat Kerja Pimpinan). Kemudian pernah bertemu lagi sewaktu Haris melakukan audiensi mengenai data yang disajikan UIN Syarif Hidayatullah, kemudian dimita untuk memetakannya. Waktu itu, baik Khofifah maupun haris bertemu bersama dengan tim yang mereka bawa.

Atas semua yang diucapkan oleh Rommy,  Khofifah siap dipanggil KPK untuk mengklarifikasi kabar yang beredar. Dirinya bertekad untuk membangun pemerintahan yang bersih,  sehingga samgat men-support apa yang dilakukan KPK. (ZA/AR)

Tidak ada komentar