http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

KUR Perikanan Diharapkan dapat Mengatasi Persoalan Modal Pembudidaya Ikan

Penyerahan KUR Perikanan di Kabupaten Oku Timur oleh Bupati Khlid M.D. Foto : Humas Oku Timur.
Oku Timur - Budidaya ikan tawar dewasa ini tengah digalakkan, karena permintaan terhadapnya tinggi. Ikan tawar jenis patin, lele, gurame, nila, maupu mas untuk pasar dalam negeri masih sangat luas pasarnya.

Provinsi Sumatera Selatan selama ini juga dikenal memiliki potensi besar dalam menyediakan permintaan ikan tawar tadi. Ada beberapa daerah yang dikenal sebagai penghasil ikan tawar di provinsi itu, yakni Kabupaten Oku Timur, Kabupaten Oku, dan Kabupaten Oku Selatan. Saat ini potensi paling besar 538.281 ton untuk ikan patin.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Selatan mengungkapkan, potensi pengembangan budidaya ikan di wilayahnya selama ini didukung pemerintah daerah. Para pembudidaya di tiga kabupaten tersebut rata-rata merupakan usaha kecil menengah, sehingga memiliki keterbatasan untuk mengembangkan usahanya. Salah satu yang mencolok adalah mengenai permodalan.

Para pelaku usaha kecil menengah yang dapat dikatakan belum bankable tesebut memiliki kendala dalam mengakses kredit perbankan guna menambal kekurangan modal yang mereka miliki.

Untuk itulah peran pemerintah dalam mendorong sektor perbankan untuk menyalurkan kredit kepada para pembudidaya ikan air tawar itu sangat dibutuhkan. Pemerintah baru-baru ini meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perikanan, di mana program ini pemerintah bekerjasama dengan bank penyalur untuk menyalurkan kredit dengan bunga rendah ke pembudidaya ikan.

Pemerintah telah menyalurkan KUR Perikanan di tiga kabupaten yakni Kab Oku Timur, Kab Oku dan Kab Oku Selatan melalui perbakan sebesar Rp 3.928.000.000, sedangkan melalui lembaga lain Rp 2.017.000.000.

Bupati Oku Timur Kholid MD mengajak agar kiranya generasi muda tertarik mengembangkan sektor perikanan. Pada tahun 2019 ditarget budidaya ikan patin di kabupaten ini sebesar 100ton/bln.

Kholid MD mengatakan, salah satu cara memelihara ikan adalah menggunakan  Bioflok.  Tehnik budidaya ini hanya membutuhkan lahan yang kecil namun hasil besar. Teknik ini telah disosialisasikan di beberapa kecamatan di Kabupaten Oku Timur. (NL)



Tidak ada komentar