http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Menanggapi Hasil Survei, BPN Sebut Survei Internal Prabowo Unggul

Survei internal BPN Prabowo-Sandi mengungguli petahana. Foto:Ist.
Jakarta - Pemilihan Umum legislatif dan presiden/wakil presiden tinggal menghitung hari. Berbagai pihak yang berkepentingan melontarkan pandangan untuk meyakinkan konstituen bahwa merekalah yang pas untuk dipilih.

Sama seperti sebelumnya, lembaga-lembaga survei rajin melakukan penelitian dan kemudian meyampaikan hasilnya ke masyarakat. Mereka seolah menambah bumbu-bumbu demokrasi agar terus kinclong dan rakyat mau untuk melihatnya.

Minggu (10/3) Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil surveinya. Hasil yang mereka peroleh, pasangan calon presiden/wakil presiden 01 unggul dibanding pasangan 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Shalahuddin Uno.

Angka surveinya cukup mencolok, 01 meraup 54,9% sedangkan 02 meraup 32,1%, sedangkan sisanya masih belum menentukan pilihan.

Melihat ini, Ferdinand Hutahaean, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi mempertanyakan data yang dipergunakan lembaga survei yang menyebutkan pasangan 01 lebih unggul itu. Ia menandaskan, dari hasil surveinya pasangan Prabowo - Sandi sekarang sudah menyalip elektabilitas dari petahana. Mereka sudah unggul.

Ferdinand pun mempertanyakan sumber dana dari lembaga-lembaga survei itu yang hampir tiap minggu menyebutkan pasangan 01 yang unggul di surveinya.

Sementara itu, perusahaan survei politik lainnya juga mengunggulkan 01 dalam surveinya.  LSI Denny JA yang menempatkan pasangan 01 nyaris di angka 60% yakni sebesar 58,7% dan mereka mengatakan surveinya dilakukan pada 18-25 Februari 2019. Angka ini mengalami kenaikan bila dibanding periode riset sebelumnya yakni pada waktu 18-25 Januari 2019 yang menempatkan Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,8%.

Meskipun dinilai unggul oleh lembaga survei, dalam beberapa kesempatan calon presiden petahana mengungkapkan elektabilitasnya turun. Ia mengatakan elektabilitasnya turun di beberapa daerah karena kabar bohong.

Hal sama juga diungkap calon wakil presiden 01. Ia merasa berat elektabilitasnya di Sumatera Utara. "Saya pikir di Sumut ini agak berat ya. Terutama di daerah daerah yang justru di daerah-daerah seperti Medan, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Labuhan Batu. Tapanuli Utara bagus. Ya kita kira-kira harapan bisa 60 persen," ujar Maruf Sabtu (9/3/2019) kemarin.

Melihat fakta itu, masyarakat kini dikatakan sudah tidak mempercayai hasil survei dari perusahaan survei politik itu. Sebagaimana diutarakan juga oleh Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo - Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, masyarakat sudah tidak mempercayai hasil survei elektabilitas oleh sejumlah lembaga.

"Publik sudah tidak percaya dengan model-model begitu. Publik kita literasi demokrasinya sudah sangat tinggi, termasuk literasi terkait dengan trik dan intrik lembaga survei dengan 'tugas-tugasnya'" kata Dahnil.

Dahnil pun mengatakan bagaimana fenomena hasil survei dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 lalu. Bagaimana seluruh lembaga survei mengatakan pasangan Basuki Tjahaja Purnama yang unggul, dan ternyata hasil berkata lain.

"Lembaga survei tertentu sedang melakukan 'tugasnya' sama seperti ketika kasus Pilkada DKI, ramai-ramai bilang Ahok menang, Anies akan gugur di putaran pertama," ujar Dahnil.(AS/AR)

Tidak ada komentar