http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Tiket Pesawat Mahal karena Ekpansi Pakai Utang?

Dr. Rizal Ramli, pengamat ekonomi senior. Foto: Beritasatu
Jakarta - Masih suasana lebaran Idul Fitri 1440 H, di mana publik dibuat terbelalak dengan mahalnya harga tiket pesawat domestik.

Kondisi tersebut sudah banyak yang menganalisa, dan bahkan ada solusi dari orang nomor satu di Indonesia agar mengundang maskapai penerbangan asing bisa melayani penerbangan domestik di sini.

Melihat fenomena tersebut, ekonom senior Dr. Rizal Ramli berpandangan bahwa tingginya harga tiket itu disebabkan oleh ekspansi yang tidak diimbangi dengan perhitungan matang. Ia mengatakan, pembelian pesawat hingga ratusan unit yang dilakukan Garuda dan Lion Grup diketahui dilakukan dengan sistem pembayaran utang.

Dia mencatat Lion telah beli 400 pesawat lebih dan Garuda sekitar 200-an dengan utang yang sangat besar. "Akibatnya leverage ketinggian, ini mengakibatkan mereka kesulitan cash flow atau arus kas," terangnya dalam talkshow di TV One beberapa waktu lalu.

Sebagai solusi, RR meminta kedua maskapai itu untuk melakukan restrukturisasi utang untuk bisa mempertahankan sumber daya yang ada.

"Kedua, pemerintah kira-kira internal rate of return dalam airlines bisnis 11 persen dalam dolar AS, baru bicara harga," terangnya.
Selanjutnya, mantan Menko Kemaritiman itu meminta agar bahan bakar pesawat, avtur dibiki kompetitif.

Selain itu, Rizal Ramli juga mencontohkan cara dirinya saat mengatasi masalah harga tiket pesawat mahal di era Presiden Abdurrahman Wahid. Saat menjadi Menko Ekuin RR menggratiskan tarif sparepart dan komponen pesawat sehingga bisa menurunkan harga tiket pesawat. (RM/RD)

Tidak ada komentar