http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Dihukum Tiga Tahun Penjara, Habib bin Smith Tidak Kapok Melawan Rezim

Habib Bahar bin Smith mengaku tidak jera untuk menyuarakan pandangannya. Foto: Okezone
Bandung - Habib Bahar bin Smith pada Selasa (9/7) akhirnya diputus bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Ia dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan masa tahanan. Majelis hakim memutuskan, Habib Bahar bin Smith terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penganiayaan terhadap dua remaja.

Menanggapi putusan tersebut, Kuasa Hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar mengatkan vonis tersebut sesuai dengan prediksi dan harapan Kuasa Hukum. Sebab, ia menilai banyak pasal yang dituduhkan kepada kliennya serta banyak bukti-bukti yang menguatkan atas pasal dimaksud.

“Alhamdulillah, hakim masih melihat banyak fakta-fakta di persidangan, sehingga vonis itu mempertimbangkan tingginya tuntutan dari jaksa,” ucap Aziz Yanuar kepada wartawan.

Mengenai vonis tiga tahun, tim kuasa hukum menyampaikan tidak akan mengajukan banding ataupun kasasi. Ini dilakukan untuk kepentingan strategi persidangan.

“Insya Allah tidak banding. Iya (kami menerima secara keseluruhan vonis itu),” kata Aziz.

Sementara, Habib Bahar bin Smith mengungkapkan apapun putusan majelis hakim, ia tidak akan kapok dalam melawan rezim, melawan ketidakadilan, menyuarakan kebenaran dan keadilan. Bahkan, ia mengatakan bersyukur atas vonis Majelis Hakim PN Bandung tersebut.

“Tetap dimanapun ia ditahan, diasingkan dan berapa lama pun dikurung, tidak akan merubahnya dalam melawan ketidakadilan,” ungkap Aziz Yanuar seperti dikatakan Habib Bahar bin Smith usai persidangan.

Bahar dijerat sesuai dengan dakwaan primer, yakni Pasal 333 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan dakwaan kedua primer Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP dan dakwaan ketiga Pasal 80 ayat 2 juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hakim menyebutkan hal yang memberatkan adalah Bahar pernah dihukum, perbuatan Bahar mengakibatkan dua orang menjadi korban serta merugikan nama dan santri di pesantren.

Sementara hal yang meringankan yakni berperilaku sopan, terus terang dan berjanji tidak akan berbuat lagi serta menyesali perbuatannya, adanya upaya perdamaian dengan korban dan meminta maaf. Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Bahar Smith dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta subsider 3 bulan karena diyakini bersalah dan terbukti telah menganiaya dua remaja sesuai dengan fakta-fakta persidangan.

Kasus penganiayaan oleh Bahar tersebut menimpa dua remaja yaitu Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Penganiayaan dilakukan di pondok pesantren Tajul Alawiyyin milik Bahar di kawasan Bogor pada Desember 2018.

Tidak ada komentar